Sedikit berbagi pengalaman kepada teman-taman seyia membaca blog ku ini.
Hheeee
Kaya usia dini ? Siapa sih yang gak mau. Saya rasa semua kalanagn orang pengen menjadi kaya. Sedikit beberapa pengalaman saya yg telah jayuh banhun dalam membanhun usaha,memang gak mudah jika ingin menjadi kaya dengan umur yang cukup belia tanpa adanya pengorbanan yang keras.
merupakan impian yang menjadi dambaan banyak anak muda zaman sekarang. Tengok saja, banyak pemuda yang mendirikan bisnis kecil-kecilan atau menjadi selebritis dadakan agar bisa mencetak banyak uang sejak dini.
Seperti dikutip dari The Richest, , bagi para pemuda masa kini, menjadi kaya berarti memiliki banyak uang dan kehidupan mewah. Sayangnya, mayoritas anak muda hanya menjadikannya sebagai mimpi dan tidak berupaya keras menggapainya. Alhasil,
Hasilnya, banyak pemuda yang saat memasuki usia tua masih kesulitan memenuhi kebutuhan finansialnya. Untuk itu, berikut lima tips yang bisa membuat anak muda kaya raya:
1. Mulailah mencari uang di usia muda
Salah satu tantangan terbesar saat keluar sekolah adalah para lulusan yang masih muda tidak memiliki cukup uang. Terlebih lagi, para pemuda yang baru bekerja biasanya hanya mendapatkan gaji kecil karena dianggap belum berpengalaman.
Artinya, mulailah mencari pekerjaan secepat mungkin agar Anda lebih siap menghadapi dunia karir. Dengan begitu, Anda bisa lebih cepat menghasilkan banyak uang di kemudian hari.
2. Menabung
Bagi Anda yang masih berusia muda, mulailah untuk rajin menyimpan uang tunai sebagai pegangan saat keluar sekolah. Dengan menabung, para siswa dan tenaga kerja muda dapat menyiapkan dirinya untuk merebut berbagai peluang baru yang tersedia.
Uang tabungan yang Anda sisihkan dapat menjadi kebutuhan yang sangat penting di kemudiah hari. Memiliki tabungan dalam bentuk tunai berarti para pemuda memiliki ketahanan finansial yang juga membantunya mencoba berbagai peluang karir.
3. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya
Menabung memang bermanfaat, tetapi sebagai pemuda, Anda juga harus pandai-pandai memperhitungkan penggunaannya. Uang yang disimpan tak selamanya bertahan dan dapat terkuras dengan mudah.
Dekat dengan seseorang yang membantu Anda membuat keputusan merupakan hal yang sangat penting. Namun yang lebih penting dari masa muda adalah mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya.
Pengalaman dapat secara efektif membantu Anda mendapatkan pekerjaan berpenghasilan besar. Anda harus ingat bahwa kekayaan tidak datang dengan sendirinya, diperlukan kombinasi usaha, kerja keras, teknologi, bimbingan orang lain, dan tentu saja pengalaman yang berharga.
4. Buat pilihan cerdas untuk berbisnis
Bekal uang tunai, waktu yang baik serta keputusan tetap mengarahkan diri Anda yang berusia muda pada bisnis berpenghasilan tinggi. Berbagai bidang bisnis seperti komoditas, UKM, dan properti dapat menjadi mesin pencetak uang dalam jumlah besar.
Tentu saja selama Anda memilihnya dengan cerdas, bisnis apapun dapat menghasilkan banyak uang. Memang, berbisnis sangat erat kaitannya dengan berbagai risiko, tetapi jika Anda memahaminya dan melakukannya di waktu yang tepat serta cukup modal, bersiaplah untuk menjadi konglomerat.
5. Cari pendapatan lain
Tahap paling berisiko dalam mencari tambahan uang adalah saat Anda mengabaikan peluang yang tidak Anda minati. Padahal, di titik tertentu, kesempatan itu justru bisa menjadi alat pendulang pundi-pundi uang.
Maka jangan pernah menyerah dalam setiap kesempatan karir yang datang. Cobalah dan kenali bidang tersebut sehinggga Anda bisa memperoleh banyak bekal finansial di masa depan. Seringkali seseorang yang menaruh minatnya di bidang properti justru mencetak uang setelah bekerja di perusahaan
Sabtu, 26 Desember 2015
Fungsi Sampah
Tahukah anda banyak yang dapat kita gunakan dari sampah-sampah ?
Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja. Diperlukan tindakan nyata dan kerjasama oleh setiap lapisan masyarakat dan bank sampah bisa menjadi solusinya.
Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit dan sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan masyarakat jika masyarakat tidak mulai bertindak untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.
Untuk itulah penanganan masalah sampah harus dimulai dari sumbernya. Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.
Sistem Bank Sampah Unilever yang berfokus pada tiga hal; Berorientasi Pada Manusia, Sistem yang Terstandarisasi dan Pengembangan Berkelanjutan bisa menjadi solusinya. Untuk membentuk bank sampah, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:
Pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya yang dilakukan sejak dari sumbernya (rumah tangga).
Tiap rumah memiliki sarana untuk mengumpulkan sampah kering terpilah, misalnya glansing atau plastik.
Menyediakan pengurus bank sampah.
Membuat kesepakatan jadwal penjualan.
Membuat sistem administrasi.
Memiliki pengepul dengan jadwal pengambilan rutin.
Di beberapa daerah di Indonesia, sistem bank sampah sudah bisa berjalan dan membawa kebaikan bagi kampung tersebut. Saat ini juga ada beberapa warga yang mulai mengembangkan sistem Bank Sampah, salah satunya adalah warga RW 03 Wirobrajan, Yogyakarta.
Ide ini bermula dari lima orang peserta keluarga Sunlight Living Challenge dari daerah tersebut yakni Ibu Yuni, Ibu Tentrem, Ibu Nanik, Ibu Surachmanto, dan Ibu Arwan sepakat untuk membentuk Bank Sampah di RW mereka. Melalui kegiatan penimbangan sampah, kelima ibu-ibu tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pemilahan sampah secara lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar petugas penimbang dapat dengan mudah menghitung nilai ekonomis sesuai dengan jenis sampah yang diberikan.
Sebelumnya, sampah dikelola dengan cara dibakar, namun hal ini tentu saja hanya merusak kondisi lingkungan. Bank Sampah merupakan solusi yang tepat untuk pengelolaan sampah di lingkungan RW 03 Wirobrajan. Dengan diadakannya sosialisasi mengenai bank sampah yang disertai dengan edukasi mengenai pemilahan sampah, diharapkan masyarakat bisa ikut bergabung menjadi nasabah serta ikut membantu menjaga lingkungan.
Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja. Diperlukan tindakan nyata dan kerjasama oleh setiap lapisan masyarakat dan bank sampah bisa menjadi solusinya.
Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit dan sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan masyarakat jika masyarakat tidak mulai bertindak untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.
Untuk itulah penanganan masalah sampah harus dimulai dari sumbernya. Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.
Sistem Bank Sampah Unilever yang berfokus pada tiga hal; Berorientasi Pada Manusia, Sistem yang Terstandarisasi dan Pengembangan Berkelanjutan bisa menjadi solusinya. Untuk membentuk bank sampah, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:
Pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya yang dilakukan sejak dari sumbernya (rumah tangga).
Tiap rumah memiliki sarana untuk mengumpulkan sampah kering terpilah, misalnya glansing atau plastik.
Menyediakan pengurus bank sampah.
Membuat kesepakatan jadwal penjualan.
Membuat sistem administrasi.
Memiliki pengepul dengan jadwal pengambilan rutin.
Di beberapa daerah di Indonesia, sistem bank sampah sudah bisa berjalan dan membawa kebaikan bagi kampung tersebut. Saat ini juga ada beberapa warga yang mulai mengembangkan sistem Bank Sampah, salah satunya adalah warga RW 03 Wirobrajan, Yogyakarta.
Ide ini bermula dari lima orang peserta keluarga Sunlight Living Challenge dari daerah tersebut yakni Ibu Yuni, Ibu Tentrem, Ibu Nanik, Ibu Surachmanto, dan Ibu Arwan sepakat untuk membentuk Bank Sampah di RW mereka. Melalui kegiatan penimbangan sampah, kelima ibu-ibu tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pemilahan sampah secara lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar petugas penimbang dapat dengan mudah menghitung nilai ekonomis sesuai dengan jenis sampah yang diberikan.
Sebelumnya, sampah dikelola dengan cara dibakar, namun hal ini tentu saja hanya merusak kondisi lingkungan. Bank Sampah merupakan solusi yang tepat untuk pengelolaan sampah di lingkungan RW 03 Wirobrajan. Dengan diadakannya sosialisasi mengenai bank sampah yang disertai dengan edukasi mengenai pemilahan sampah, diharapkan masyarakat bisa ikut bergabung menjadi nasabah serta ikut membantu menjaga lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)